BeritaAntaraNews.id – Mandailing Natal, Mengetahui informasi adanya seorang siswi sekolah dasar yang diduga tewas akibat gantung diri di pohon Jeruk pada Kamis (1/10/26) kemarin, pihak Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mandailing Natal, melalui Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Pendidikan Dasar (Kasi Serdik Dikdas) bersama sejumlah rombongan mendatangi SD Negeri 048 Kecamatan Bukit Malintang untuk memastikan kronologi peristiwa tersebut, Jum’at (2/10/26).

 

Dinas Pendidikan Madina mengaku prihatin dan turut berbelasungkawa atas peristiwa tersebut, Erwin menjelaskan kedatangan mereka ke SD Negeri 048 untuk memastikan seperti apa kronologi kejadian langsung dari pihak sekolah, mengingat narasi yang berseliweran di medsos menyebut adanya perundungan atau tekanan yang dialami oleh korban.

 

“Sebelumnya kami dari Dinas Pendidikan Madina turut prihatin dan berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa salah satu murid di Sekolah Dasar ini, kami datang untuk memverifikasi dan meminta keterangan pihak sekolah terkait peristiwa tersebut , apa benar ada tekanan atu perundungan seperti narasi yang beredar di medsos,” kata Erwin.

 

Lanjut kata Erwin, setelah mendapatkan keterangan dari pihak sekolah termasuk dari wali kelas yang bersangkutan, Dia mengatakan tidak ada penekanan ataupun perundungan terhadap siswi kelas 2 tersebut dilingkungan sekolah.

 

“Sesuai dari hasil verifikasi kami disekolah dan keterangan dari wali kelas yang kami dapatkan, bahwasanya tidak ada penekanan atau perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah, dan untuk narasi yang beredar di medsos itu tidak benar,” ujar dia.

 

Hal ini diucapkan Erwin kepada media ini sesuai yang disampaikan wali kelas yang bersangkutan kepadanya dan rombongan yang datang ke sekolah.

 

“Sudah sama sama kita dengarkan tadi, apa yang dijelaskan oleh pihak sekolah, tidak ada penekanan dari sekolah maupun guru, masih sebatas proses belajar mengajar” tambahnya.

 

Ditempat terpisah, Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priyandi mengatakan, peristiwa tersebut sudah dalam pendalaman dari Polsek Siabu dan Sat Reskrim Polres Madina. Langkah langkah yang dilakukan adalah otopsi dan hasil otopsi kami akan berkoordinasi dengan dokter terkait apa penyebab kematian korban.

 

” Peristiwa tersebut sudah dalam pendalaman oleh Polsek Siabu dan Sat Reskrim Polres Madina, Kami sudah melakukan otopsi dan hasilnya kami akan berkoordinasi dengan dokter terkait apa penyebab kematian dari korban,” kata Kapolres.

 

Lanjut kata Kapolres, Sat Reskrim dan Polsek Siabu telah melaksanakan kegiatan penyelidikan, memintai keterangan dan mengumpulkan bukti bukti terkait dengan dugaan apakah ada tindak pidana dan peristiwa pidana, yang melatarbelakangi meninggalnya korban.

 

Dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah termakan hoax atau berita bohong, apabila ada informasi atau mungkin ada keterangan dari pihak keluarga, tetangga dan masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut, untuk dapat menyampaikan kepada Polsek ataupun menyampaikan kepada penyidik Polres Mandailing Natal. (tim)