SAMBAS – Warga Desa Segarau Parit Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas, menyatakan keberatan adanya kerusakan jalan yang diakibatkan alat berat jenis excavator.

Kerusakan jalan tersebut membuat warga setempat merasa resah dan marah. Pasalnya, jalan yang seharusnya menjadi akses utama warga dan anak anak sekolah, kini berubah rusak tak bisa dilalui.

“Banyak warga bernama yang kesal dan marah jalan tersebut diputus atau digali menggunakan alat berat excavator. Rabu (01/04/2026)
.
Kuasa hukum masyarakat, lipi SH menjelaskan kepada awak media, kedatangan kami sini sosial. Begini Jalan Ceritanya : “Ada jalan yang digunakan anak-anak sekolah orang tua, dewasa, semua melewati jalan itu,” ucapnya.

Lanjut, jalan itu resminya sejak tahun 1975. Nah, jalan itu hari ini dipotong, di putuskan menggunakan alat berat Excavator, dan jalan tersebut menggunakan APBD.

“Yang jelas, jalan itu sudah digunakan bahkan udah diingatkan kepada yang berupaya untuk merusak atau memotong jalan tersebut, kan itu, bahwa jangan di rusak,” tegas lipi kepada awak media.

Lipi mengatakan, karena jalan itu sebelum kamu ada disitu, sebelum kamu membelinya jalan itu sudah ada. Nah, karena rusak, ini jelas warga keberatan dan merugikan sekali,” jelasnya

“Dimana Kerugiannya, jalan yang digunakan untuk kelancaran ekonomi, anak-anak sekolah, belajar, dan sebagainya ini gak bisa digunakan lagi, bahkan jembatan juga di rusak,” jelasnya.

Jadi tujuan kita kesini, kita minta supaya besok pagi jalan yang di rusak segera di perbaiki kembali,” tutur Lipi.

Selain itu lihin mewakili warganya menyebutkan, sebenarnya jalan itu sudah ada semenjak tahun 1975, dibeli oleh warga yang ada didalamnya.

Kemudian jalan itu, memang digunakan untuk jalan antara desa, dan pemukiman, bahkan anak-anak sekolah, bahkan anak-anak sekolah desa lain melewati jalan tersebut, namanya jalan Muhammad imam,”ujarnya.

Lanjutnya, yang mana terletak Dusun Rahmat RT 13 Desa Segarau Parit. Yang mana pada saat itu, jalan kami telah rusak, bahkan kami tidak bisa melewati jalan tersebut, bahkan kami yang ingin pergi kepasar, belanja, dan anak anak sekolah satu-satunya melewati jalan itu.

“Jadi kedatangan kami kepolsek untuk mengembalikan jalan kami yang rusak, kembalikan semula, supaya warga kami yang ada didalam itu bisa melewati kembali,”pungkasnya lihin.

Dilain sisi, Sudikin selaku Sekdes Segarau Parit saat diwawancarai awak media menjelaskan;

“Sebenarnya, ini jalan pemukiman. Karena ini sudah diwakapkan oleh keluarganya Solihin,” sebutnya.

Ia mengatakan, terkait kejadian ini, sebenarnya saya terkejut dan tidak terima kerusakan jalan.
Jadi untuk sementara, kita kan warga antisipasi, koordinasi dengan pihak berwajib.

Kita jangan sampai melakukan kekerasan. Intinya siapa pelakunya, operatornya, dan siapa menyuruhnya,” pungkas Sudikin.

Lanjutnya lagi, adanya hal tersebut, pihak terkait tidak ada laporan, kalau ada laporan tidak mungkin terjadi seperti ini.

Sepertinya mereka kerja malam, sepertinya nyelonong, dikarenakan tadi sore orang masih kerja dan masih bagus jalan tersebut, dan mungkin saat orang sudah sepi mereka bekerja,” katanya.

Begitu juga Kepala Desa Segarau Parit Mawardi saat awak media meminta tanggapan, ia menyebutkan,mungkin besok atau malam ini kita kembalikan keasalnya. Untuk memperlancar anak sekolah. terkait laporan, tidak ada sama sekali mereka melapor,”ungkap Mawardi

Ia juga menyampaikan kepada warganya.

Kami dari Kapolsek, dari Desa, Koramil, tentu akan berupaya semaksimal mungkin. Insha Allah, besok pagi, besok pagi, kami akan berupaya mengembalikan ke asal lagi.

“Dan sebelumnya kami menemui dan konfirmasi dengan Pak Kasang, bagaimana untuk jalan yang di buka pada sore tadi bisa dikembalikan ke asalnya,” sebut Kepala Desa Kepada warganya.

Masih Mawardi, ia menyampaikan, kami bersama Kapolsek, danramil, RT, Pak Camat, akan kembalikan ke asal.
Kita sama-sama, bukan atas nama Desa, bukan nama Polsek, kita sama-sama.

Karena, ini menyangkut akses jalan umum, ada anak sekolah, ada orang sakit yang mau lewat. Jadi malam ini kita antisipasi jangan sampai ada hal-hal yang tak ingin terjadi,” harapnya kepada warga.

Kemudian Kapolsek Tebas Eko…mengucapkan kepada lipi besarta warga terimakasihnya mendatangi kami ke Mapolsek, berarti intinya masih mempercayai kami.

Masih mempercayai kami untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada di Desa Segarau Parit ini, terutama kami terimakasih,” ucapnya

“Yang keduanya, kami juga sudah melihat langsung serta kita semuanya, kondisi yang ada dilapangan ternyata “diluar pikiran saya” memang benar-benar tidak bisa dilewati oleh warga,” Tutur Polsek kepada warga.

Lanjutnya, jangankan anak kecil, orang dewasa saja kesusahan apalagi anak sekolah dan lain sebagainya, apa lagi didalam ada pemukiman.

“Malam ini kami berupaya, saya tadi udah mengubungi pihak pak Aseng nya, saya udah ngomong langsung, kemudian karena beliau posisi pak asengnya ini, dia tidak bisa memberikan keputusan, ya pastinya dia suruhan intinya begitu. Mungkin sekedar orang kepercayaannya.

Masih Kapolsek, ia menyampaikan kepada warga, Jadi pada malam ini kita lihat bersama seperti saya sampai dikantor tadi, ini hasil yang jelek, malam ini kita tidak bisa mengembalikan jalan itu seperti semula.

Tapi, saya yakin, akan menyampaikan kepada pak camat, kemudian pak danramil tadi udah saya telpon makanya datang, pasti akan ditindak lanjuti,”jelas Kapolsek.

“Ini bukan bicara masalah, ini ada sengketa tanah, ada sengketa lahan, ada sengketa kepemilikan. Tapi ini udah bicara masalah sosial. Jadi kepentingan orang banyak ada disitu, tentunya ya kami akan hadir pastinya bisa selaku Kades, pimpinan tingkat desa, saya selaku pihak keamanan, di pihak Kecamatan ” udah pasti saya hubungi di pihak Koramil, tapi bisa malam ini, tapi besok pagi kami akan laksanakan musyawarah.

Dan nanti dari musyarawah itu akan mencapai harapan saya mendapatkan solusi dengan pertimbangan-pertimbangan seperti itu.

Jadi sekali lagi saya nitip pesan kepada kawan-kawan semua, saya mohon gak usah bertindak masing-masing, karena ok, kita emosi, tapi kalo sudah terjadi permasalahan itu bukan ditanggung rame-rame, tapi di tanggung individu “rugi kita,” jelasnya kepada warga.(Red)