LUWU RAYA – Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Tanah Luwu Raya menggelar aksi long march untuk menyuarakan tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya, Jum’at 23 Januari 2025.
Aksi damai ini menjadi bukti kuat bahwa aspirasi pemekaran wilayah bukan sekadar wacana elite, melainkan kehendak kolektif masyarakat.
Peserta aksi datang dari berbagai kabupaten/kota di wilayah Luwu Raya, seperti Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo. Sejak pagi hari, massa telah berkumpul di titik awal aksi dengan membawa spanduk, baliho, dan poster bertuliskan tuntutan percepatan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Long march berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Sepanjang rute, massa secara bergantian menyuarakan orasi yang menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan kebutuhan mendesak demi pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta percepatan kesejahteraan masyarakat.
Koordinator aksi dalam orasinya menegaskan bahwa wilayah Luwu Raya memiliki sejarah, identitas budaya, potensi sumber daya alam, serta jumlah penduduk yang layak untuk berdiri sebagai provinsi sendiri.
“Luwu Raya memiliki kontribusi besar bagi Sulawesi Selatan, namun pembangunan masih timpang. Pemekaran provinsi adalah solusi strategis agar masyarakat tidak terus tertinggal,” tegas salah satu orator.
Selain itu, massa juga menilai rentang kendali pemerintahan yang terlalu jauh menjadi salah satu hambatan utama dalam pelayanan publik. Dengan terbentuknya Provinsi Luwu Raya, diharapkan akses pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dapat lebih cepat dan merata.
Dalam aksi tersebut, perwakilan massa menyampaikan pernyataan sikap yang berisi tuntutan kepada pemerintah pusat dan DPR RI agar segera membuka kembali moratorium pemekaran daerah serta memprioritaskan pembentukan Provinsi Luwu Raya sebagai daerah otonomi baru.
Aksi long march ini ditutup dengan pembacaan komitmen bersama untuk terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya secara konstitusional, damai, dan berkelanjutan.
Hingga aksi berakhir, situasi tetap aman dan kondusif. Massa membubarkan diri dengan tertib sambil menyerukan semangat persatuan dan perjuangan demi terwujudnya Provinsi Luwu Raya.
( Erwin & Dimas )







