BeritaAntaraNews.id – Mandailing Natal, Teka teki penyebab empat orang relawan SPPG Simaninggir mengalami luka bakar hingga kini belum diketahui secara pasti, karena pemilik yayasan dan pihak pengelola SPPG selaku penanggungjawab, tidak menjawab konfirmasi dari media, alias bungkam saat dikonfirmasi wartawan terkait peristiwa tersebut.

 

Diberitakan sebelumnya, satu dari empat orang relawan mengalami luka bakar parah, dan dirawat di RSUD Panyabungan. Relawan tersebut berinisial A L sementara tiga orang relawan lainnya S dan R menjalani rawat jalan sedangkan Y dikabarkan telah kembali masuk kerja, setelah sempat dirawat difasilitas kesehatan atau Puskesmas setempat.

 

Berdasarkan keterangan yang didapatkan media ini, korban merupakan seorang pria inisial A L, berprofesi sebagai supir pengantar makanan di SPPG tersebut. A L dikabarkan sempat dirawat lebih kurang tiga hari di RSUD Panyabungan, diduga karena kondisi luka bakar yang dialami A L cukup parah, sehingga dia harus di rujuk ke rumah sakit di Kota Padang, Sumatera Barat, untuk mendapatkan perawatan lanjutan, Senin (5/10/26).

 

SPPG Simaninggir yang berada dibawah naungan Yayasan Membangun Tunas Muda Asahan hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi oleh media ini, bungkamnya pemilik yayasan serta pihak pengelola SPPG membuat janggal peristiwa ini, padahal publik berhak tahu bagaimana dan seperti apa penyebab 4 orang relawan mengalami luka bakar. Apa SPPG tersebut belum atau sama sekali tidak menerapkan ISO 45001 ? yang menetapkan persyaratan untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

 

Selaku sosial kontrol, hal ini patut dipertanyakan terhadap pihak SPPG. Ditambah penjelasan mengenai kronologi kejadian dan penyebab yang diketahui berdasarkan pemeriksaan awal oleh pihak terkait.

 

Jika penyebab terbakarnya para relawan akibat letupan api dari kompor gas, apakah instalasi LPG telah diperiksa secara berkala, seperti kondisi regulator dan selang. Juga, Ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) dan penerapan SOP penggunaan kompor, serta apakah relawan dapur telah menjalani pelatihan keselamatan, dan seperti apa penanganan korban paska mengalami luka bakar di tempat kerja. (tim)