
BeritaAntaraNews.id – Mandailing Natal, Penyebab luka bakar parah yang dialami oleh relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Membangun Tunas Muda Asahan, Simaninggir, Kecamatan Siabu, mulai terkuak, peristiwa yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 2026 itu terjadi akibat letupan api dari tabung gas ukuran 15 kilogram.
Peristiwa yang mengakibatkan empat orang relawan mengalami luka bakar itu sebelumnya terkesan ditutup tutupi oleh pihak SPPG, karena minimnya informasi terkait peristiwa yang nyaris merenggut nyawa salah seorang relawan.
Camat Siabu Ahmad Fadlan, kepada media ini menyampaikan kronologi peristiwa tersebut diawali dengan terjadinya kebocoran gas di dapur SPPG Yayasan Membangun Tunas Muda Asahan, beberapa hari yang lalu.
Dia menjelaskan, dari empat orang relawan satu orang mengalami luka bakar cukup parah nyaris mencapai 80 – 90 persen, “Sedang di rujuk ke rumah sakit di Kota Padang, korban atas nama Arrida Lubis, profesi supir pengantar makanan,” jelasnya.
Pada saat kejadian, Arrida Lubis sedang berada di depan SPPG sedang duduk, mengetahui ada gas bocor dari dalam dapur, dia berinisiatif untuk membantu mengatasi kebocoran tersebut.
” Saat relawan ompreng sedang akan mengangkat ompreng dari panggangan, terdengar suara desisan disertai bau gas menyengat dari tabung gas 15 kilo di dekat pintu dapur. Ada tiga orang relawan di dapur saat itu, diantaranya, Rodiah, Surya dan Rudi.
Pada saat itu, Bapak Arrida Lubis yang tugas utamanya sebagai sopir sedang duduk duduk di depan SPPG, karena peristiwa kebocoran gas itu, tergerak hatinya untuk membantu mengatasi kebocoran tersebut,” ujar dia sesuai laporan awal yang diterima terkait peristiwa tersebut.
Lanjut kata Camat, Saat Bapak Arrida datang ke tabung gas yang bocor, mereka (relawan) sadar bahwa berjarak 1,5 meter dari tabung gas yang bocor itu ternyata masih ada kompor yang menyala. Maka salah satu dari petugas dapur pun diperintah untuk mematikan kompor. Pada saat kompor dimatikan, terjadi sedikit lonjakan api di kompor, biasanya terjadi setiap akan mematikan kompor. Berhubung karena seluruh ruangan sudah dipenuhi aroma gas LPG, dan kemungkinan sudah ada gas yang menyebar sampai ke kompor, maka terjadilah letupan api kompor di seluruh ruangan, dimulai dari arah kompor hingga ke tabung gas LPG yang bocor tadi,”tambahnya melalui pesan WhatsApp.
Dikabarkan, akibat peristiwa ini, sebanyak empat orang mengalami luka bakar, Arrida Lubis, sebagai korban dengan luka bakar parah, karena posisinya paling dekat dengan tabung gas sumber kebocoran. Sementara tiga lainnya yakni Surya dan Riadoh, menjalani rawat jalan sedangkan Yudi mengalami luka bakar ringan dan sudah masuk kerja.
Sampai hari ini, Selasa (6/10/26) kondisi dari Arrida Lubis belum diketahui sudah seperti apah, apakah sudah pulih atau belum, dan hingga berita ini diterbitkan redaksi, pihak dari SPPG pun belum dapat dikonfirmasi terkait peristiwa ini.(tim)







