beritaantaranews.id – Mandailing Natal, Pemberangkatan pasien penderita kanker mata atas nama Amanda Tiara Indrayani warga Desa Kampung Padang Kecamatan Panyabungan, Selasa malam dari kediamannya di Saba Padang Indah sempat terlambat, hal ini dikarenakan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal hanya mengutus seorang pengemudi ambulans saja tanpa ada perawat yang mendampingi.

 

Akibatnya pemberangkatan Amanda yang sudah dijadwalkan pukul 21.00 wib itu molor lebih kurang 2 jam. Pejabat dan beberapa warga termasuk Kades Kampung Padang yang hendak melepas keberangkatan Amanda untuk berobat ke RSUP Dr. M Djamil Padang terpaksa menunggu kehadiran perawat untuk mendampingi pasien rujukan tersebut.

 

Dari pantauan dilokasi, tetangga sekitar,keluarga dekat telah berdatangan dan bersiap untuk memberangkatkan Amanda, bahkan barang barang keperluan selama diperjalananpun telah dimasukkan kedalam ambulans, namun pemberangkatan tertunda karena perawat yang hendak mendampingi pasien tidak ada.

Warga dilokasi menyebut, seharusnya pihak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal pada saat pemberangkatan pasien rujukan harus sesuai SOP yang berlaku, dimana dalam pemberangkatan Amanda Tiara Indrayani, pihak Dinkes hanya mengutus seorang driver berserta mobil ambulans tanpa ada perawat yang mendampingi.

 

“Seharusnya sesuai SOP lah, masa hanya diutus sopir ambulans, tidak ada perawat yang mendampingi pasien, ini kan pasien rujukan yang hendak dibawa berobat ke Padang,” kata warga yang enggan disebutkan namanya itu, Selasa (14/7/26) malam.

 

Dia menilai, Kepala Dinas Kesehatan tidak paham terkait SOP pasien rujukan,”jika ada hal hal yang tidak diinginkan terjadi dijalan terhadap pasien itu bagaimana nantinya,” Sambungnya.

 

Tak ayal akibat ketiadaan perawat yang mendampingi, pemberangkatan Amanda Tiara Indrayani bayi penderita kanker mata beserta kedua orangtuanya tersebut sempat molor beberapa jam, dari rencana awal pukul 21.00 wib menjadi pukul 22. 45 wib.

Setelah menjadi perbincangan diantara warga dan beberapa orang media yang berhadir dilokasi, salah seorang perawat dari Puskesmas Gunung Tua akhirnya hadir untuk mendampingi, Amanda dan kedua orangtuanya pun diberangkatkan oleh Kadis Sosial P3A Madina, Camat, Kabid Resos dari depan salah satu coffee shop di Panyabungan sekira pukul 22.45 wib.

 

Mendapatkan informasi tersebut, Rabu (15/7/26) Wartawan pun mencoba melakukan konfirmasi terhadap Kadis Kesehatan dengan mempertanyakan beberapa hal terkait molornya pemberangkatan pasien dan apa karena adminstrasi, kesiapan ambulans atau faktor tenaga medis, namun hingga berita ini diterbitkan pihak Dinkes Madina belum merespon konfirmasi wartawan tersebut. (HN)