Samarinda – Di tengah harapan masyarakat terhadap konektivitas yang lebih baik menuju Bandara APT Pranoto Samarinda, kondisi di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.
Sejumlah ruas jalan jalur dua yang digadang-gadang menjadi akses alternatif hingga kini belum tersambung secara layak. Bahkan, pada beberapa titik, jalan masih berupa tanah yang tidak dapat dilalui secara optimal, sebagaimana terlihat dalam dokumentasi terbaru di lokasi.
Alih-alih menjadi jalur strategis penghubung, kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa proyek pembangunan akses ini tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Publik pun mulai mempertanyakan: apakah proyek ini benar-benar masih berjalan, atau justru telah mangkrak tanpa kejelasan?. Proyek ini mangrak sejak rezim Isran Noor-Hadi dan kemudian Rudy Mas’ud juga belum terlihat dipulihkan, justru menggarap jalan 7 Km ketimbang melanjutkan yang tinggal 100 meter lagi rampung.
Sorotan semakin menguat setelah warganet membandingkan kondisi jalan antarwilayah yang dinilai timpang, serta mempertanyakan komitmen kewenangan pemerintah provinsi Kalimantan Timur dalam menyelesaikan infrastruktur vital yang berkaitan langsung dengan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sekretaris Prawiro Kalimantan Timur (Relawan Prabowo), Achmad Jayansyah (AJ), menilai bahwa situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.
“Kalau ini memang proyek strategis, maka harus ada kepastian progresnya. Jangan sampai masyarakat melihat ini seperti proyek yang ditinggalkan. Pemerintah harus terbuka, baik soal anggaran maupun kendala yang terjadi,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kalau tidak ada penjelasan resmi, wajar kalau publik bertanya-tanya. Ini menyangkut uang negara dan kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.
Hingga kini berita ini tayang , belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai status terkini proyek, termasuk target penyelesaian maupun kendala teknis yang dihadapi di lapangan.
Sumber : Fajar King
Editor : Redaksi
Reporter : Syamhunter







